Mengenal Pemetaan Drone: Revolusi Digital dalam Industri Geospasial

Di era digital, teknologi drone telah membawa perubahan besar dalam industri geospasial. Penggunaan drone untuk pemetaan memberikan hasil yang lebih cepat, akurat, dan efisien dibandingkan metode konvensional. Dengan kemampuannya menangkap data dari udara, drone telah menjadi alat yang sangat penting dalam berbagai sektor seperti perkotaan, pertanian, kehutanan, dan konstruksi.

Apa Itu Pemetaan Drone?

Pemetaan drone adalah proses pengambilan gambar atau data dari udara menggunakan pesawat tanpa awak (UAV) yang dilengkapi dengan sensor atau kamera khusus. Data yang dikumpulkan kemudian diolah menjadi peta digital dengan resolusi tinggi. Beberapa jenis pemetaan drone meliputi:

  1. Fotogrametri – Menggunakan serangkaian foto udara untuk membuat peta 3D dan model permukaan.
  2. LiDAR (Light Detection and Ranging) – Memanfaatkan sinar laser untuk memperoleh data topografi yang lebih akurat.
  3. Multispektral dan Hiperspektral – Digunakan dalam pertanian presisi dan analisis vegetasi.

Keunggulan Pemetaan Drone

Dibandingkan metode pemetaan tradisional, pemetaan drone memiliki berbagai keunggulan, di antaranya:

  1. Hemat Waktu dan Biaya

Penggunaan drone dapat mengurangi waktu survei dari beberapa minggu menjadi hanya beberapa hari atau bahkan jam, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pemetaan menggunakan pesawat atau satelit.

  1. Resolusi Tinggi dan Akurasi Data

Drone mampu menghasilkan citra dengan resolusi tinggi, bahkan mencapai tingkat detail yang tidak bisa diperoleh dari citra satelit komersial.

  1. Fleksibilitas dan Akses ke Area Sulit

Drone dapat menjangkau daerah yang sulit diakses oleh manusia, seperti medan berbukit, hutan lebat, atau kawasan berbahaya.

  1. Dukungan untuk Analisis Data yang Lebih Baik

Data dari pemetaan drone dapat diolah lebih lanjut menggunakan perangkat lunak GIS untuk analisis spasial yang lebih mendalam.

Penerapan Pemetaan Drone di Berbagai Industri

  1. Pertanian: Monitoring tanaman, pemetaan irigasi, dan identifikasi area yang memerlukan perawatan khusus.
  2. Konstruksi dan Infrastruktur: Pemantauan proyek, perencanaan tata letak, dan dokumentasi perkembangan pembangunan.
  3. Kehutanan dan Lingkungan: Analisis perubahan hutan, pemantauan satwa liar, dan konservasi sumber daya alam.
  4. Penanggulangan Bencana: Pemantauan area terdampak bencana untuk perencanaan evakuasi dan bantuan kemanusiaan.

Bagaimana Cara Memulai Belajar Pemetaan Drone?

Bagi yang ingin mempelajari pemetaan drone, pelatihan khusus sangat diperlukan untuk memahami teknik penerbangan, pengambilan data, serta pengolahan hasil pemetaan. TechnoGIS Indonesia menawarkan program pelatihan yang mencakup teori dan praktik untuk membantu peserta menguasai keterampilan ini.

Pemetaan drone telah mengubah cara kita mengumpulkan dan menganalisis data geospasial. Dengan keunggulannya dalam efisiensi, akurasi, dan fleksibilitas, teknologi ini menjadi alat yang sangat berharga dalam berbagai industri. Jika Anda tertarik mendalami bidang ini, mengikuti pelatihan yang tepat adalah langkah awal yang sangat direkomendasikan.

Peran Teknologi Geospasial dalam Era Digital: Kenapa Pelatihan Geospasial Penting?

Di era digital yang semakin maju, teknologi geospasial memainkan peran penting dalam berbagai sektor. Mulai dari perencanaan tata kota, pemetaan wilayah, hingga pemantauan lingkungan, teknologi ini membantu dalam pengambilan keputusan berbasis data spasial yang lebih akurat dan efisien. Namun, untuk dapat memanfaatkan teknologi ini dengan maksimal, diperlukan pemahaman yang baik melalui pelatihan geospasial yang terstruktur.

 

Apa Itu Teknologi Geospasial?

Teknologi geospasial mencakup berbagai metode dan alat yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menampilkan data spasial. Beberapa teknologi utama dalam bidang ini meliputi:

  1. Sistem Informasi Geografis (GIS) – Untuk mengelola dan menganalisis data berbasis lokasi.
  2. Penginderaan Jauh (Remote Sensing) – Untuk mengamati dan memantau perubahan di permukaan bumi melalui citra satelit atau drone.
  3. GPS Geodetik – Untuk mendapatkan koordinat yang sangat akurat dalam berbagai aplikasi pemetaan dan survei.
  4. Pemetaan Drone – Untuk menghasilkan peta digital dengan resolusi tinggi melalui pemotretan udara.

Mengapa Pelatihan Geospasial Penting?

Pelatihan geospasial sangat diperlukan bagi siapa saja yang ingin memahami dan menguasai teknologi ini dengan baik. Berikut beberapa alasan mengapa pelatihan ini menjadi penting:

  1. Meningkatkan Kompetensi di Dunia Kerja

Saat ini, banyak perusahaan dan instansi pemerintah membutuhkan tenaga ahli yang mampu mengelola data geospasial. Dengan mengikuti pelatihan, peserta dapat meningkatkan keterampilan teknis mereka, yang berujung pada peluang karir yang lebih luas.

  1. Memahami Aplikasi di Berbagai Sektor

Teknologi geospasial digunakan di berbagai sektor seperti pertanian, kehutanan, perkotaan, dan mitigasi bencana. Dengan pelatihan yang tepat, seseorang dapat memahami bagaimana menerapkan teknologi ini sesuai dengan kebutuhan industri.

  1. Meningkatkan Efisiensi dan Akurasi dalam Pemetaan

Pelatihan geospasial mengajarkan metode pengolahan data yang tepat sehingga dapat menghasilkan peta dan analisis yang lebih akurat. Hal ini sangat penting dalam proyek yang membutuhkan informasi spasial yang presisi.

  1. Mengikuti Perkembangan Teknologi Terbaru

Teknologi geospasial terus berkembang, mulai dari penggunaan drone dalam pemetaan hingga analisis big data berbasis GIS. Pelatihan membantu peserta tetap up-to-date dengan perkembangan terbaru sehingga dapat mengoptimalkan teknologi ini dalam pekerjaan mereka.

Bagaimana Cara Memulai Pelatihan Geospasial?

Untuk memulai, ada berbagai jenis pelatihan geospasial yang bisa diikuti, mulai dari kursus online, workshop, hingga pelatihan langsung di lapangan. Salah satu penyedia pelatihan terbaik di Indonesia adalah TechnoGIS Indonesia, yang menawarkan berbagai program pelatihan mulai dari dasar hingga tingkat lanjut.

Di era digital saat ini, teknologi geospasial menjadi semakin penting dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan mengikuti pelatihan yang tepat, seseorang dapat memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk bersaing di dunia kerja serta memahami berbagai aplikasi teknologi ini dalam kehidupan sehari-hari. Jangan lewatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang dalam bidang yang menjanjikan ini!

Kemudahan Maksimal Dalam Pengelolaan Aset Dengan Webgis

Manajemen aset merupakan aspek krusial dalam berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, perusahaan, hingga lembaga pendidikan. Aset yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan mendukung pengambilan keputusan yang strategis. Namun, tantangan utama dalam pengelolaan aset adalah kompleksitas data, lokasi aset yang tersebar, dan kebutuhan akan akses informasi secara cepat dan akurat.
Dalam era digital, teknologi Geographic Information System (GIS) berbasis web atau WebGIS menawarkan solusi modern untuk mengatasi tantangan tersebut. WebGIS memungkinkan integrasi data spasial dengan informasi non-spasial, memberikan visualisasi yang interaktif dan mudah dipahami. Pengguna dapat mengakses, memantau, dan menganalisis aset dari mana saja melalui perangkat yang terkoneksi dengan internet.
Kemudahan ini menjadi sangat relevan mengingat kebutuhan akan manajemen aset yang cepat, transparan, dan terorganisir. Dengan antarmuka yang ramah pengguna, WebGIS tidak hanya membantu dalam pengelolaan aset tetapi juga memfasilitasi kolaborasi antar-pemangku kepentingan. Hal ini menjadikan WebGIS sebagai teknologi yang ideal untuk menciptakan efisiensi maksimal dalam pengelolaan aset di era digital.

GIS

Maksud
Maksud dari penerapan teknologi WebGIS dalam pengelolaan aset adalah untuk menyediakan solusi modern yang dapat menyederhanakan dan mengoptimalkan proses manajemen aset, sehingga memungkinkan organisasi atau instansi untuk mengakses, memantau, dan mengelola data aset secara efektif dan efisien. Dengan pendekatan berbasis WebGIS, pengelolaan aset tidak hanya menjadi lebih praktis tetapi juga lebih transparan dan terintegrasi, mendukung kebutuhan organisasi di era digital.

Tujuan

  1. Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Aset
    Mempermudah proses pencatatan, pelacakan, dan pemantauan aset secara real-time dengan menggunakan peta interaktif dan data spasial.
  2. Menyediakan Data yang Akurat dan Terintegrasi
    Menggabungkan data spasial dan non-spasial dalam satu platform untuk memberikan informasi yang lengkap dan dapat diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan.
  3. Mempercepat Akses terhadap Informasi Aset
    Memungkinkan pengguna untuk mengakses informasi aset secara cepat melalui perangkat yang terkoneksi dengan internet, kapan saja dan di mana saja.
  4. Mendukung Pengambilan Keputusan Berbasis Data
    Memberikan visualisasi dan analisis data yang mempermudah identifikasi tren, kebutuhan, atau permasalahan terkait aset, sehingga mendukung keputusan strategis yang lebih tepat.
  5. Meningkatkan Transparansi dan Kolaborasi
    Menyediakan akses data terpusat yang memungkinkan kolaborasi yang lebih baik antara berbagai pemangku kepentingan, serta mendukung pelaporan yang transparan dan akuntabel.
  6. Mengurangi Beban Administrasi
    Mengotomatiskan proses pengelolaan aset seperti pencatatan, pelaporan, dan pembaruan data, sehingga mengurangi waktu dan biaya operasional.

Dengan maksud dan tujuan ini, penerapan WebGIS diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pengelolaan aset yang modern, efisien, dan mudah digunakan oleh berbagai kalangan.

Alur pekerjaan:

  • Analisis Kebutuhan

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan sistem agar dapat mudah dipahami. Pada tahap ini, kebutuhan spesifikasi informasi tersebut biasanya diperoleh dari diskusi atau meeting dengan pengguna, sehingga mendapatkan data-data yang lengkap guna pengembangan platform lebih lanjut.

  • Desain Sistem

Pada tahapan ini, fokus pada perancangan struktur basis data, arsitektur sistem, serta rancangan antar muka. Tahapan ini adalah proses menerjemah kebutuhan sistem, dari tahap analisis kebutuhan sistem ke representasi desain agar apat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya.

  • Proses Pembuatan

Desain harus diterjemahkan kedalam program menggunakan bahasa pemrograman tertentu. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain system. Piranti-piranti lunak spasial dan pemrograman yang dapat digunakan dalam proses pembuatan dari platform adalah: PostgreSQL, PostGIS, PHP, JavaScript dan Geoserver

  • Pengujian

Pengujian fokus pada fungsional sistem untuk memastikan keluaran sistem telah sesuai dengan kebutuhan pengguna.

  • Penerapan dan Pemeliharaan

Menerapkan sistem yang telah dibuat, serta tidak menutup kemungkinan sebuah sistem mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke pengguna. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan didalam program yang tidak muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian dilakukan, atau sistem diharuskan beradaptasi dengan lingkungan baru. Pada tahapan ini, dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari menganalisis spesifikasi kebutuhan sistem yang sudah ada, dan tidak membuat sistem yang baru.

Harga Jasa Pembuatan Peta: Penawaran Berkualitas dan Terjangkau

Technogis.co.id – Di era digital ini, peta tidak lagi hanya berupa lembaran kertas yang dipenuhi garis dan simbol. Peta digital telah hadir sebagai representasi visual yang lebih interaktif, dinamis, dan informatif. Kemampuan untuk menampilkan berbagai lapisan data geografis, kemudahan dalam update informasi, dan analisa yang lebih mendalam menjadikan peta digital sebagai alat yang sangat berharga dalam berbagai bidang.

Namun, membuat peta digital yang akurat, profesional, dan menarik secara visual membutuhkan keahlian khusus dan perangkat lunak GIS seperti ArcGIS. Bagi individu atau perusahaan yang membutuhkan peta digital untuk berbagai keperluan, jasa pembuatan peta menjadi pilihan yang tepat.

Artikel ini akan membahas tentang harga jasa pembuatan peta, faktor-faktor yang mempengaruhi harga, dan tips memilih penyedia jasa pembuatan peta yang berkualitas dan terjangkau. Dengan demikian, Anda dapat memperoleh peta digital sesuai kebutuhan dengan harga yang optimal.

Jasa Gis: Solusi lengkap untuk kebutuhan pemetaan dan analisis spasial

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Jasa Pembuatan Peta

Harga jasa pembuatan peta dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, yaitu:

  • Jenis peta: Jenis peta yang akan dibuat akan mempengaruhi tingkat kerumitan dan waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaan. Peta dasar (basemap) biasanya lebih murah dibandingkan peta tematik atau peta analitis yang melibatkan pengolahan dan analisis data geospasial secara lebih kompleks.
  • Skala peta: Semakin besar skala peta (semakin detail), semakin tinggi biaya pembuatannya. Hal ini karena perlu dilakukan pengumpulan data dan pekerjaan pemetaan yang lebih detail.
  • Luas area peta: Luas area yang akan dipetakan juga mempengaruhi harga. Semakin luas area peta, semakin banyak data yang perlu dikumpulkan dan diolah.
  • Jenis data dan sumber data: Jenis data dan sumber data yang digunakan dalam pembuatan peta dapat mempengaruhi harga. Data berbayar biasanya lebih mahal dibandingkan data gratis.
  • Kompleksitas pekerjaan: Semakin kompleks pekerjaan pembuatan peta, semakin tinggi biaya yang dibutuhkan. Hal ini termasuk pemrosesan data geospasial, pemilihan simbol dan warna, penambahan elemen peta seperti legenda dan skala, serta desain visual secara keseluruhan.
  • Pengalaman penyedia jasa: Penyedia jasa pembuatan peta yang berpengalaman biasanya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan penyedia jasa pemula. Namun, Anda akan mendapatkan kualitas pekerjaan yang lebih terjamin.

Kisaran Harga Jasa Pembuatan Peta

Membuat peta digital dengan ArcGIS membutuhkan keahlian dan pengalaman, sehingga banyak individu dan perusahaan memilih menggunakan jasa pembuatan peta profesional. Biaya jasa pembuatan peta ArcGIS dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti:

  • Jenis peta:
    • Peta dasar (basemap): Rp. 500.000 – Rp. 2.000.000
    • Peta tematik: Rp. 2.000.000 – Rp. 10.000.000
    • Peta analitis: Rp. 10.000.000 – Rp. 50.000.000
  • Skala peta: Semakin besar skala peta, semakin mahal biayanya.
  • Luas area peta: Semakin luas area peta, semakin mahal biayanya.
  • Jenis data dan sumber data: Data berbayar biasanya lebih mahal dibandingkan data gratis.
  • Kompleksitas pekerjaan: Semakin kompleks pekerjaan, semakin mahal biayanya.
  • Pengalaman penyedia jasa: Penyedia jasa berpengalaman biasanya lebih mahal biayanya.

Berikut tabel perkiraan biaya jasa pembuatan peta ArcGIS berdasarkan jenis peta dan luas area:

Jenis Peta Luas Area Perkiraan Biaya
Peta Dasar < 10 km2 Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000
Peta Dasar 10 – 50 km2 Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000
Peta Dasar > 50 km2 Rp. 2.000.000 – Rp. 5.000.000
Peta Tematik < 10 km2 Rp. 2.000.000 – Rp. 5.000.000
Peta Tematik 10 – 50 km2 Rp. 5.000.000 – Rp. 10.000.000
Peta Tematik > 50 km2 Rp. 10.000.000 – Rp. 25.000.000
Peta Analitis < 10 km2 Rp. 10.000.000 – Rp. 20.000.000
Peta Analitis 10 – 50 km2 Rp. 20.000.000 – Rp. 40.000.000
Peta Analitis > 50 km2 Rp. 40.000.000 – Rp. 50.000.000

Manfaat Jasa Pembuatan Peta Digital

Membuat peta digital sendiri memang memungkinkan, namun membutuhkan waktu, keahlian, dan perangkat lunak khusus. Di sinilah jasa pembuatan peta digital hadir untuk membantu Anda.

Berikut beberapa manfaat menggunakan jasa pembuatan peta digital:

  • Efisiensi waktu dan biaya: Jasa pembuatan peta digital dapat membantu Anda menghemat waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk membuat peta sendiri. Tim ahli mereka dapat bekerja dengan cepat dan efisien, menghasilkan peta yang berkualitas tinggi dalam waktu singkat.
  • Kualitas terjamin: Penyedia jasa pembuatan peta digital umumnya memiliki tim ahli yang berpengalaman dan menggunakan perangkat lunak GIS yang canggih. Hal ini memastikan bahwa peta yang dihasilkan berkualitas tinggi, akurat, dan informatif.
  • Kemampuan analisis yang mendalam: Jasa pembuatan peta digital tidak hanya dapat membuat peta, tetapi juga dapat membantu Anda menganalisis data geospasial yang Anda miliki. Tim ahli mereka dapat membantu Anda mengidentifikasi pola, tren, dan hubungan dalam data Anda, sehingga Anda dapat membuat keputusan yang lebih informed.
  • Kreativitas dan desain visual: Penyedia jasa pembuatan peta digital dapat membantu Anda membuat peta yang menarik secara visual dan mudah dipahami. Mereka dapat menggunakan berbagai simbol, warna, dan elemen desain untuk membuat peta yang informatif dan menarik bagi audiens Anda.
  • Ketersediaan berbagai jenis peta: Jasa pembuatan peta digital dapat membuat berbagai jenis peta, seperti peta dasar, peta tematik, peta analitis, dan peta interaktif. Anda dapat memilih jenis peta yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
  • Integrasi dengan sistem lain: Jasa pembuatan peta digital dapat membantu Anda mengintegrasikan peta digital dengan sistem lain, seperti sistem informasi geografis (GIS), sistem manajemen data (DBMS), dan aplikasi web. Hal ini memungkinkan Anda untuk mengakses dan menggunakan peta digital Anda dengan mudah dan efisien.
  • Dukungan dan pelatihan: Penyedia jasa pembuatan peta digital biasanya menyediakan dukungan dan pelatihan setelah proyek selesai. Hal ini memastikan bahwa Anda dapat menggunakan peta digital Anda secara efektif dan mendapatkan hasil maksimal dari investasi Anda.

Jasa Pemetaan Gis: Buat peta digital yang akurat dan informatif

Tips Memilih Penyedia Jasa Pembuatan Peta yang Berkualitas dan Terjangkau

Memilih penyedia jasa pembuatan peta yang tepat sangat penting untuk mendapatkan hasil yang optimal. Berikut beberapa tips yang dapat Anda pertimbangkan:

  • Tentukan kebutuhan Anda dengan jelas. Sebelum mencari penyedia jasa, pastikan Anda telah menentukan dengan jelas jenis peta, luas area, jenis data, dan tingkat kompleksitas pemetaan yang dibutuhkan.
  • Cari informasi tentang penyedia jasa. Lakukan riset online atau tanya rekomendasi dari teman dan kolega yang pernah menggunakan jasa pembuatan peta. Bacalah ulasan dan testimoni dari klien sebelumnya untuk mendapatkan gambaran tentang kualitas pekerjaan penyedia jasa.
  • Minta penawaran harga dari beberapa penyedia jasa. Bandingkan harga yang ditawarkan oleh beberapa penyedia jasa dan pastikan Anda memahami apa yang termasuk dalam paket layanan tersebut.
  • Pertimbangkan keahlian dan pengalaman penyedia jasa. Pastikan penyedia jasa memiliki keahlian dan pengalaman yang cukup dalam membuat jenis peta yang Anda butuhkan.
  • Komunikasikan kebutuhan Anda dengan jelas kepada penyedia jasa. Jelaskan secara detail kebutuhan Anda dan pastikan penyedia jasa memahaminya dengan baik.
  • Mintalah contoh pekerjaan sebelumnya. Lihatlah contoh pekerjaan sebelumnya yang dilakukan oleh penyedia jasa untuk melihat kualitas pekerjaan mereka.
  • Pastikan ada jaminan kualitas dan after-sales service. Pastikan penyedia jasa memberikan jaminan kualitas atas pekerjaan mereka dan menyediakan after-sales service jika Anda membutuhkan bantuan setelah pekerjaan selesai.

Penutup

Jasa pembuatan peta digital menawarkan berbagai manfaat bagi individu dan organisasi yang membutuhkan peta digital untuk berbagai keperluan. Dengan menggunakan jasa pembuatan peta digital yang tepat, Anda dapat menghemat waktu dan biaya, mendapatkan peta berkualitas tinggi, dan meningkatkan efektivitas pekerjaan Anda.

Ingatlah bahwa peta digital merupakan alat yang sangat bermanfaat untuk berbagai bidang, seperti perencanaan kota, pengelolaan bencana, analisis lingkungan, dan penelitian ilmiah.

Pemetaan UAV untuk Perkebunan

Jasa Pemetaan UAV untuk Perkebunan – UAV (Unmanned Aerial Vehicle) adalah hal yang banyak dibutuhkan dalam dunia pertanian dan perkebunan modern. Semakin maju teknologi pemetaan, selain digunakan untuk memantau lahan juga semakin maju untuk mengetahui kondisi tumbuhan sampai dengan irigasi. Teknologi UAV memungkinkan para  petani mengelola perkebunan dan pertanian dengan lebih baik.

Beberapa manfaat dari UAV yang dapat membantu pertanian dan perkebunan, antara lain digunakan untuk membantu mengelola irigasi, mengetahui kondisi tanaman, mengetahui kesehatan vegetasi dan juga mengcegah ancaman hama dan penyakit. Bagaimana sih pemetaan UAV berguna untuk perkebunan? mari kita bahas bersama di ulasan hari ini.

uav untuk perkebunan

uav untuk perkebunan

UAV untuk Perkebunan

UAV menjadi alat yang cukup efektif untuk membantu mengelola perkebunan untuk mengumpulkan data visual dan juga membantu menganalisis kondisi tanaman juga tanah untuk perkebunan. Beberapa hal yang dapat dilakukan teknologi UAV untuk perkebunan, antara lain:

1. Uav untuk pengecekan pertumbuhan tanaman

UAV dapat membantu para petani untuk melihat kondisi pertumbuhan tanaman. Hal ini karena UAV dilengkapi dengan kamera untuk merekam gambar dan video dari ketinggian. Sehingga untuk mengecek pertumbuhan tanaman (ketinggian tanaman, area yang lambat berkembang) dan lain sebagainya, UAV bisa membantu mengeceknya dengan sangat baik.

2. Pengecekan Hama Penyakit

Selanjutnya UAV juga cukup efektif digunakan untuk menilai secara dini atau mendeteksi tanda awal hama penyakit pada tanaman. Kamera multispektral dan termal membantu pengeekan hama dan penyakit, karena kamera ini dapat menunjukkan perubahan suhu pada tanaman yang menunjukkan adanya hama/penyakit pada tanaman. Hal ini tidak terlihat dari mata manusia, sehingga akan lebih efektif membantu petani melakukan pencegahan jika tanaman terkena penyakit.

 

[Artikel Terbaru : Drone Untuk Pemetaan Topografi dengan Lidar

 

3. Saluran irigasi perkebunan

UAV juga sangat membantu dalam hal pengelolaan air untuk perkebunan. UAV memungkinkan petani untuk memantau kondisi aliran air atau irigasi perkebunan sehingga akan membantu pengelolaan air yang lebih efisien. Sehingga petani nantinya akan memperoleh informasi tentang kondisi saluran air yang akurat.

Jika ada aliran air yang terhambat, tanda kebocoran maupun erosi dapat terpantau dengan baik dengan pemantauan visual dari UAV. Sedangkan untuk pengoptimalan irigasi seperti perencanaan aliran air, pendeteksian diri masalah dan juga pengoptimasian aliran air juga pemeliharaan juga dapat terbantu dari UAV.

UAV menjadi alat yang kuat untuk membantu mengoptimalkan perkebunan termasuk saluran irigasi yang optimal.

4. Manajemen pupuk

Selanjutnya adalah manajemen pupuk, dimana UAV dapat membantu petani mengidentifikasi area yang membutuhkan pupuk lebih banyak atau juga daerah yang malah kurang pupuk. Dengan pola pemupukan seperti ini maka akan membantu efisiensi biaya pengeluaran pupuk yang lebih baik.

 

Mozaik hasil pemotretan foto udara

Mozaik hasil pemotretan foto udara

Pemetaan melalui pemotretan UAV dapat digunakan untuk pengukuran luasan lahan, jumlah tanaman dalam area pemotretan, jarak tanam tanaman, identifikasi kesehatan tanaman, perhitungan estimasi produksi hasil perkebunan, dan masih banyak lagi.

baca juga : Kelebihan Lidar daripada Foto Udara Kamera 

 

Jasa UAV untuk Perkebunan dari Techno GIS

Jika Anda membutuhkan layanan UAV untuk perkebunan, Techno GIS membantu Anda menganalisis kebutuhan perkebunan untuk kebutuhan pemupukan, melihat kondisi tanaman sampai dengan irigasi. Silahkan konsultasi kami, tim pemetaan GIS kami siap untuk membantu Anda dengan senang hati.

jasa survey dan pemetaan

itulah penjelasan hari ini tentang UAV untuk perkebunan dan juga rekomendasi kami jasa uav dari Techno GIS, semoga bermanfaat untuk Anda!

Remote Sensing untuk Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Gunung Meletus

Manfaat Remote Sensing Untuk Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Gunung Meletus – Negara Indonesia adalah suatu negara yang memiliki SDA yang melimpah, letak Indonesia berada pada garis khatulistiwa yang mana menyimpan berbagai jenis ancaman seperti kerusakan, jenis bencana alam yang sering terjadi itu misalnya tanah longsor,banjir serta gempa bumi. Lalu apa itu remote Sensing untuk Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Gunung Meletus? Simak artikel berikut ini 

 

remote sensing untuk mitigasi bencana

remote sensing untuk mitigasi bencana

 

Pentingnya Mitigasi Bencana  

Mitigasi Bencana itu merupakan suatu jenis upaya yang dilakukan untuk memberikan suatu bentuk pelatihan dan suatu bentuk upaya untuk dapat mengurangi terjadinya suatu bencana langkahnya seperti melakukan suatu pembangunan infrastruktur yang ada pada suatu daerah yang berpotensi rawan terhadap bencana alam, selain itu setiap objek yang ada khususnya yang berada didaerah yang mampu untuk mendeteksi fenomena yang ada, biasanya hal ini bergantung pada resolusi seperti spasial,spektral,radiometrik.

Perlu Anda ketahui bahwasannya bencana alam yang terjadi itu erat kaitannya dengan proses  geologi yang mana telah melibatkan jenis material batuan. Namun untuk mengatasi hal ini terdapat citra penginderaan jauh, yang berfungsi untuk melakukan pemetaan pada bagian bencana yang mempengaruhi. Hal ini sangat penting karena dapat mengantisipasi terjadinya kerusakan akibat bencana yang ada. 

 

Remote Sensing untuk Mitigasi Bencana

Remote sensing adalah teknologi yang digunakan untuk memperoleh informasi tentang objek atau fenomena di permukaan Bumi tanpa harus berada langsung di lokasi tersebut. Hal ini dilakukan dengan menggunakan sensor yang terletak di pesawat udara atau satelit untuk mengambil citra atau data lainnya tentang permukaan Bumi.

Dalam konteks mitigasi bencana, remote sensing memiliki peran penting dalam memantau dan mengumpulkan informasi tentang kondisi geografis, lingkungan, dan perubahan yang terjadi di wilayah yang rentan terhadap bencana seperti gempa bumi dan gunung meletus.

 artikel terkait :  Definisi, Komponen dan Manfaat Remote Sensing

Bagaimana Penggunaan Remote Sensing untuk Mitigasi Bencana Gempa Bumi & Gunung Meletus 

Remote sensing membantu proses mitigasi bencana gunung meletus dengan memberikan informasi penting tentang aktivitas vulkanik, pemantauan deformasi gunung berapi, pemetaan zona-zona bahaya, dan pemantauan aliran piroklastik dan lahar.

Berikut adalah beberapa cara di mana remote sensing mendukung mitigasi bencana gunung meletus:

1. Pemantauan aktivitas vulkanik

Remote sensing dapat mendeteksi aktivitas vulkanik melalui pengamatan citra satelit. Sensor yang dipasang di satelit dapat mengidentifikasi emisi gas vulkanik dan asap yang terkait dengan aktivitas vulkanik. Informasi ini sangat penting untuk memantau kegiatan gunung berapi secara real-time, sehingga memungkinkan pihak berwenang untuk mengambil tindakan pencegahan dan evakuasi dini.

2. Pemantauan deformasi gunung berapi

Remote sensing memungkinkan pemantauan deformasi gunung berapi dengan menggunakan metode interferometri radar. Teknologi ini dapat mengukur perubahan bentuk dan pergerakan massa yang terjadi di sekitar gunung berapi. Data ini memberikan informasi penting tentang potensi letusan gunung berapi dan memungkinkan peneliti untuk memodelkan pola deformasi untuk mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi.

3. Pemetaan zona-zona bahaya vulkanik

Remote sensing digunakan untuk memetakan zona-zona bahaya vulkanik dengan akurasi yang tinggi. Citra satelit dan data sensor lainnya memungkinkan identifikasi dan pemetaan pola arus piroklastik, aliran lava, dan wilayah yang berpotensi terkena dampak letusan. Informasi ini sangat berharga dalam perencanaan evakuasi dan penentuan wilayah yang perlu dihindari saat gunung meletus.

4. Pemantauan aliran piroklastik dan lahar

Remote sensing dapat mendeteksi dan memantau aliran piroklastik dan lahar yang terjadi selama letusan gunung berapi. Citra satelit dan sensor lainnya dapat memberikan informasi tentang pergerakan material vulkanik dan mengidentifikasi daerah yang berisiko tinggi terkena aliran tersebut. Data ini dapat digunakan untuk memperingatkan penduduk setempat dan memandu tindakan evakuasi.

Dengan menggunakan teknologi remote sensing, para ahli dan pihak berwenang dapat memantau dan mengumpulkan data yang diperlukan untuk memahami dan merespons ancaman yang terkait dengan gunung meletus. Informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk mitigasi bencana, perencanaan evakuasi, dan pengambilan keputusan yang lebih baik dalam melindungi penduduk yang tinggal di dekat gunung berapi.

 

5 Contoh Pemanfaatan SIG di Bidang Kesehatan yang Dapat Diaplikasikan 

 

Kelebihan Menggunakan Remote Sensing untuk Mitigasi Bencana

Dibandingkan dengan metode lain, penggunaan remote sensing untuk mitigasi bencana memiliki beberapa kelebihan tersendiri. Diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Pemantauan secara luas dan real-time

Remote sensing memungkinkan pemantauan wilayah yang luas secara efisien dan akurat. Citra satelit atau data yang dihasilkan dapat mencakup area yang luas, sehingga memungkinkan penelitian dan pemantauan secara menyeluruh.

2. Deteksi dini dan pemodelan

Dengan menggunakan remote sensing, perubahan geologis, deformasi permukaan, atau aktivitas vulkanik dapat dideteksi lebih awal. Data yang diperoleh dapat digunakan untuk memodelkan potensi kerusakan atau bahaya yang terkait dengan bencana tersebut.

3. Informasi spasial yang detail

Teknologi remote sensing dapat memberikan informasi spasial yang detail tentang topografi, vegetasi, suhu permukaan, dan parameter lainnya yang relevan dalam mitigasi bencana. Hal ini memungkinkan analisis yang lebih baik tentang zona-zona bahaya atau daerah yang berisiko tinggi.

4. Analisis perubahan temporal

Dengan menggunakan serangkaian citra yang diambil dari waktu ke waktu, remote sensing memungkinkan analisis perubahan temporal. Ini membantu dalam memantau perubahan yang terjadi seiring waktu, seperti pergeseran lempeng tektonik atau perubahan perilaku gunung berapi, sehingga memungkinkan respons yang lebih cepat dalam mitigasi bencana.

5. Pemetaan dan pemodelan bahaya

Remote sensing dapat digunakan untuk pemetaan dan pemodelan zona-zona bahaya, seperti pemetaan zona gempa atau pemodelan arus piroklastik. Informasi ini sangat berharga dalam perencanaan mitigasi bencana dan pengambilan keputusan.

Dalam keseluruhan, remote sensing memberikan kemampuan untuk memperoleh data yang luas, akurat, dan aktual tentang wilayah yang rentan terhadap bencana. Hal ini memungkinkan para ahli dan pembuat kebijakan untuk mengambil tindakan yang diperlukan dalam mitigasi bencana dengan lebih efektif.

 

Kesimpulan 

Mitigasi bencana bisa dilakukan dengan lebih terarah dengan bantuan teknologi remote sensing. Berkat teknologi ini proses mitigasi bisa dilakukan secara terukur dan dilakukan lebih praktis. Kita bisa melihat dan memantau keadaan daerah terdampak bencana tanpa harus kontak langsung. Jika daerah Anda membutuhkan perhatian lebih karena terdampak bencana atau memiliki resiko tinggi terdampak bencana, bisa menggunakan layanan pemetaan remote sensing dari Techno GIS Indonesia.

Layanan pemetaan Indonesia yang siap membantu proyek Anda dengan sepenuh hati, segera konsultasikan kebutuhan Anda dengan Techno GIS Indonesia dan dapatkan opsi terbaiknya.

Sekian informasi hari ini tentang Remote Sensing untuk Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Gunung Meletus, semoga bermanfaat!

Kontak Technogis

Kontak Technogis

Read more

Jadwal Pelatihan Remote Sensing Tahun 2023

Jadwal Pelatihan Remote Sensing 2023 – Remote sensing atau Penginderaan Jauh merupakan salah satu teknologi perekaman kondisi bumi. Data penginderaan jauh erat kaitannya dengan kegiatan pemetaan. Citra satelit merupakan salah satu data penginderaan jauh yang dihasilkan dari perekaman satelit. Citra satelit yang dihasilkan bergantung pada spesifikasi satelit yang digunakan. Panjang gelombang yang digunakan pada setiap citra bervariasi. Terdapat 4 konsep resolusi yang perlu dipahami untuk mengenali spesifikasi masing-masing citra, yaitu resolusi spasial, resolusi spektral, resolusi temporal, dan resolusi radiometrik.

PELATIHAN REMOTE SENSING

Pelatihan penginderaan jauh dasar ini untuk melakukan proses koreksi citra satelit hingga tahap  dimana citra tersebut dapat diolah lebih lanjut. Seperti yang kita ketahui, beberapa citra satelit penginderaan jauh dapat diperoleh dengan cuma-cuma, namun beberapa diantaranya belum siap untuk digunakan melainkan harus melalui beberapa tahap koreksi agar informasi yang terkandung dalam citra memiliki kesalahan yang minimal.

Pada level koreksi tertentu, citra membutuhkan koreksi yang lebih rumit karena adanya gangguan yang disebabkan oleh kesalahan satelit maupun dari fenomena atmosferik sehingga membutuhkan koreksi agar informasi yang diberikan lebih jelas. Koreksi berfungsi untuk mengembalikan nilai piksel citra kepada nilai aslinya dengan mengurangi gangguan maupun memposisikan piksel sesuai lokasi sebenarnya. Jika proses ini sudah terlewati maka citra akan siap untuk diolah dan digunakan.

Pelatihan Remote Sensing untuk Pemetaan  yang dilaksanakan oleh TechnoGIS Indonesia merupakan pelatihan berbasis workshop dengan sistem exhouse atau dilaksanakan di kantor TechnoGIS Indonesian dengan rincian sebagai berikut :

  • Waktu Pelatihan          : 3 Hari
  • Tempat                          : TechnoGIS Indonesia, Jl. Pamularsih Np. 152B, Sinduharjo, Ngaglik,   Sleman, Yogyakarta
  • Fasilitas Penginapan  : Kamar dan sarapan (4 Hari 3 Malam)
  • Fasilitas Pelatihan      : Makan siang (3x), Coffee Break (2x /hari selama pelatihan), Seminar kit, Sertifikat, Modul
  • Biaya                              : Rp 8.500.000,-/orang

MATERI PELATIHAN REMOTE SENSING

Pelatihan Remote Sensing TechnoGIS Indonesia dengan materi sebagai berikut :

  1. Konsep Pengenalan Penginderaan Jauh
  2. Interpretasi dan Citra Komposit
  3. Koneksi Radiometrik
  4. Koneksi Geometri
  5. Klasifikasi Multispekral
  6. Transformasi Indeks Vegetasi

Output dari pelatihan remote sensing adalah peserta memahami konsep citra satelit ataupun penginderaan jauh.

JADWAL PELATIHAN REMOTE SENSING TAHUN 2023

Januari Tgl 02 – 04
Tgl 09 – 11
Tgl 16 – 18
Tgl 24 – 26
30 Januari – 01 Februari
Febuari Tgl 06 – 08
Tgl 13 – 15
Tgl 20 – 22
27 Februari – 01 Maret
Maret Tgl 06 – 08
Tgl 13 – 15
Tgl 27 – 29
April Tgl 03 – 05
Tgl 10 – 12
Tgl 17 – 19
Mei Tgl 02 – 04
Tgl 08 – 10
Tgl 15 – 17
Tgl 22 – 24
Tgl 29 – 31
Juni Tgl 05 – 07
Tgl 12 – 14
Tgl 19 – 21
Tgl 26 – 28
Juli Tgl 03 – 05
Tgl 10 – 12
Tgl 24 – 26
31 Juli – 02 Agustus
Agustus Tgl 07 – 09
Tgl 14 – 16
Tgl 21 – 23
Tgl 28 – 30
September Tgl 04 – 06
Tgl 11 – 13
Tgl 18 – 20
Tgl 25 – 27
Oktober Tgl 02 – 04
Tgl 09 – 11
Tgl 16 – 18
Tgl 23 – 25
30 Oktober – 01 November
November Tgl 06 – 08
Tgl 13 – 15
Tgl 20 – 22
Tgl 27 – 29
Desember Tgl 04 – 06
Tgl 11 – 13
Tgl 18 – 20

Jadwal Pelatihan UAV, REMOTE SENSING, WEBGIS Tahun 2022

Jadwal Pelatihan UAV, REMOTE SENSING, WEBGIS Tahun 2022

Januari Tgl 04 – 06
Tgl 11 – 13
Tgl 18 – 20
Tgl 25 – 27
Febuari Tgl 01 – 03
Tgl 08 – 10
Tgl 15 – 17
Tgl 22 – 24
Maret Tgl 01 – 03
Tgl 08 – 10
Tgl 15 – 17
Tgl 22 – 24
Tgl 29 – 31
April Tgl 05 – 07
Tgl 12 – 14
Tgl 19 – 21
Tgl 26 – 28
Mei Tgl 03 – 05
Juni Tgl 31 Mei – 02 Juni
Tgl 07 – 09
Tgl 14 – 16
Tgl 21 – 23
Tgl 28 – 30
Juli Tgl 05 – 07
Tgl 12 – 14
Tgl 21– 23
Tgl 26 – 28
Agustus Tgl 02 – 04
Tgl 11 – 13
Tgl 18 – 20
Tgl 23 – 25
Tgl 30 Agustus – 1 September
September Tgl 06 – 08
Tgl 13 – 15
Tgl 20 – 22
Tgl 27 – 29
Oktober Tgl 04 – 06
Tgl 11 – 13
Tgl 20 – 22
Tgl 25 – 27
November Tgl 01 – 03
Tgl 08 – 10
Tgl 15 – 17
Tgl 22 – 24
Tgl 29 November – 01 Desember
Desember Tgl 06 – 08
Tgl 13 – 15
Tgl 20 – 22

Bagi anda yang ingin mengikuti pelatihan pemetaan menggunakan drone / uav di jogjakarta. Silahkan mendaftar program pelatihan pemetaan drone / uav melalui marketing TechnoGIS Indonesia. Atau hubungi:

Jln Pamularsih No 152B, Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55283.

[email protected] / [email protected]

Telp : 0274 – 885879 / Hp : 0813-2552-3979 / Wa : 0813-2552-3979

Informasi Paket Pelatihan Pemetaan UAV/Drone : Pelatihan Drone Pemetaan

Jadwal Pelatihan Remote Sensing 2020

Jadwal Pelatihan Remote Sensing 2020 – Remote sensing atau Penginderaan Jauh merupakan salah satu teknologi perekaman kondisi bumi. Data penginderaan jauh erat kaitannya dengan kegiatan pemetaan. Citra satelit merupakan salah satu data penginderaan jauh yang dihasilkan dari perekaman satelit. Citra satelit yang dihasilkan bergantung pada spesifikasi satelit yang digunakan. Panjang gelombang yang digunakan pada setiap citra bervariasi. Terdapat 4 konsep resolusi yang perlu dipahami untuk mengenali spesifikasi masing-masing citra, yaitu resolusi spasial, resolusi spektral, resolusi temporal, dan resolusi radiometrik.

PELATIHAN REMOTE SENSING

Pelatihan penginderaan jauh dasar ini untuk melakukan proses koreksi citra satelit hingga tahap  dimana citra tersebut dapat diolah lebih lanjut. Seperti yang kita ketahui, beberapa citra satelit penginderaan jauh dapat diperoleh dengan cuma-cuma, namun beberapa diantaranya belum siap untuk digunakan melainkan harus melalui beberapa tahap koreksi agar informasi yang terkandung dalam citra memiliki kesalahan yang minimal.

Pada level koreksi tertentu, citra membutuhkan koreksi yang lebih rumit karena adanya gangguan yang disebabkan oleh kesalahan satelit maupun dari fenomena atmosferik sehingga membutuhkan koreksi agar informasi yang diberikan lebih jelas. Koreksi berfungsi untuk mengembalikan nilai piksel citra kepada nilai aslinya dengan mengurangi gangguan maupun memposisikan piksel sesuai lokasi sebenarnya. Jika proses ini sudah terlewati maka citra akan siap untuk diolah dan digunakan.

Pelatihan Remote Sensing untuk Pemetaan  yang dilaksanakan oleh TechnoGIS Indonesia merupakan pelatihan berbasis workshop dengan sistem exhouse atau dilaksanakan di kantor TechnoGIS Indonesian dengan rincian sebagai berikut :

Waktu Pelatihan          : 3 Hari

Tempat                          : TechnoGIS Indonesia, Jl. Pamularsih Np. 152B, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta

Fasilitas Penginapan  : Kamar dan sarapan (4 Hari 3 malam)

Fasilitas Pelatihan      : Makan siang (3x), Coffee Break (2x /hari selama  pelatihan), Seminar kit, Sertifikat, Modul

Biaya                              : Rp 7.500.000,-/orang

Pelatihan juga dapat dilaksanakan secara inhouse apabila peserta menghendaki di lokasi domisili peserta dengan minimum peserta adalah 10 orang.

MATERI PELATIHAN REMOTE SENSING

Seperti yang kita ketahui, beberapa citra satelit telah dikembangkan dan telah dipublikasikan data perekamannya sehingga siapapun mendapatkan akses untuk melakukan pengunduhan datanya seperti citra Landsat 8 OLI TIRS, citra Sentinel-1, citra Sentinel 2, dan citra Sentinel-3. Perlu diketahui bahwa setiap jenis citra memiliki karakteristik citra masing-masing sehingga perlakuan yang diterapkan juga akan berbeda pada setiap jenisnya. Oleh karenanya pelatihan ini dirasa perlu bagi peserta yang ingin mengetahui bagaimana pemrosesan citra secara digital.

Untuk materi pengolahan citra digital dasar adalah sebagai berikut :

  1. Konsep dan pengenalan karateristik citra
  2. Download Citra Satelit
  3. Koreksi Geometrik
  4. Koreksi Radiometrik
  5. Klasifikasi Multispektral
  6. Transformasi Index Vegetasi

Analisis lanjutan dapat dilakukan dalam pelatihan penginderaan jauh tematik dimana sudah mengusung tema tertentu dengan output khusus yang sudah mengerucut. Khusus untuk pelatihan tematik, citra yang digunakan dalam materi ini adalah citra terkoreksi sehingga sudah tidak ada lagi materi mengenai koreki. Untuk penerapan tema dan jenis data yang akan digunakan, silahkan komunikasikan terlebih dahulu kepada tim TechnoGIS Indonesia sebelum melakukan pelatihan.

Bidang penginderaan jauh tematik yang tersedia dalam pelatihan TechnoGIS Indonesia antara lain : PJ untuk pertanian, kelautan, kehutanan, perkotaan, pertambanganm industri, pariwisata, kepesisiran, dan masih banyak lagi.

Jadwal Pelatihan Remote Sensing 2020

 

JANUARI

Tgl 06 – 08

Tgl 13 – 15

Tgl 20 – 22

Tgl 27 – 29

FEBRUARI

Tgl 03 – 05

Tgl 10 – 12

Tgl 17 – 19

Tgl 24 – 26

MARET

Tgl 02 – 04

Tgl 08 – 11

Tgl 16 – 18

APRIL

Tgl 30 Maret – 01 April

Tgl 06 – 08

Tgl 13 – 15

Tgl 20 – 22

Tgl 27 – 29

MEI

Tgl 04 – 05

Tgl 11 – 13

Tgl 18 – 20

JUNI

Tgl 08 – 10

Tgl 15 – 17

Tgl 22 – 24

Tgl 29 Juni – 01 Juli

JULI

Tgl 06 – 08

Tgl 13 – 15

Tgl 20 – 22

Tgl 27 – 29

AGUSTUS

Tgl 03 – 05

Tgl 10 – 12

Tgl 24 – 26

Tgl 31 Agustus – 02 September

SEPTEMBER

Tgl 07 – 09

Tgl 14 – 16

Tgl 21 – 23

Tgl 28 – 30

OKTOBER

Tgl 05 –  07

Tgl 12 – 14

Tgl 19 – 21

Tgl 26 – 28

NOVEMBER

02 – 04

09 – 11

16 – 18

23 – 25

30 November – 02 Desember

DESEMBER

07 – 09

14 – 16

21 – 23

Bagi anda yang ingin mengikuti pelatihan pengolahan citra satelit, remote sensing, penginderaan jauh/ inderaja silahkan menanyakan detail program pelatihan di TechnGIS melalui kontak kami :

Jln Pamularsih No 152B, Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55283

[email protected] / [email protected]

Telp : 0274 – 885879 / Hp : 0813-2552-3979 / Wa : 0813-2552-3979

Informasi Paket Pelatihan Remote Sensing / Penginderaan Jauh :
Pelatihan Pengolahan Citra / Penginderaan Jauh / Inderaja / Remote Sensing

Jadwal Pelatihan Remote Sensing Jogjakarta Tahun 2019

Jadwal Pelatihan Remote Sensing Jogjakarta Tahun 2019 –  Remote sensing atau Penginderaan Jauh merupakan salah satu teknologi perekaman kondisi bumi. Data penginderaan jauh erat kaitannya dengan kegiatan pemetaan. Citra satelit merupakan salah satu data penginderaan jauh yang dihasilkan dari perekaman satelit. Citra satelit yang dihasilkan bergantung pada spesifikasi satelit yang digunakan. Panjang gelombang yang digunakan pada setiap citra bervariasi. Terdapat 4 konsep resolusi yang perlu dipahami untuk mengenali spesifikasi masing-masing citra, yaitu resolusi spasial, resolusi spektral, resolusi temporal, dan resolusi radiometrik.

Pelatihan Remote Sensing

Pelatihan penginderaan jauh dasar ini untuk melakukan proses koreksi citra satelit hingga tahap dimana citra tersebut dapat diolah lebih lanjut. Seperti yang kita ketahui, beberapa citra satelit penginderaan jauh dapat diperoleh dengan cuma-cuma, namun beberapa diantaranya belum siap untuk digunakan melainkan harus melalui beberapa tahap koreksi agar informasi yang terkandung dalam citra memiliki kesalahan yang minimal.

Pada level koreksi tertentu, citra membutuhkan koreksi yang lebih rumit karena adanya gangguan yang disebabkan oleh kesalahan satelit maupun dari fenomena atmosferik sehingga membutuhkan koreksi agar informasi yang diberikan lebih jelas. Koreksi berfungsi untuk mengembalikan nilai piksel citra kepada nilai aslinya dengan mengurangi gangguan maupun memposisikan piksel sesuai lokasi sebenarnya. Jika proses ini sudah terlewati maka citra akan siap untuk diolah dan digunakan.

Pelatihan Drone untuk Pemetaan  yang dilaksanakan oleh TechnoGIS Indonesia merupakan pelatihan berbasis workshop dengan sistem exhouse atau dilaksanakan di kantor TechnoGIS Indonesian dengan rincian sebagai berikut :

Waktu Pelatihan          : Senin – Rabu (3 Hari)

Tempat                              : TechnoGIS Indonesia, Jl. Pamularsih Np. 152B, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta

Fasilitas Penginapan   : Kamar dan sarapan (4 Hari 3 malam)

Fasilitas Pelatihan        : Makan siang (3x), Coffee Break (2x /hari selama  pelatihan), Seminar kit, Sertifikat, Modul

Biaya                                  : Rp 7.500.000,-/orang

Pelatihan juga dapat dilaksanakan secara inhouse apabila peserta menghendaki di lokasi domisili peserta dengan minimum peserta adalah 10 orang.

Materi Pelatihan Remote Sensing

Seperti yang kita ketahui, beberapa citra satelit telah dikembangkan dan telah dipublikasikan data perekamannya sehingga siapapun mendapatkan akses untuk melakukan pengunduhan datanya seperti citra Landsat 8 OLI TIRS, citra Sentinel-1, citra Sentinel 2, dan citra Sentinel-3. Perlu diketahui bahwa setiap jenis citra memiliki karakteristik citra masing-masing sehingga perlakuan yang diterapkan juga akan berbeda pada setiap jenisnya. Oleh karenanya pelatihan ini dirasa perlu bagi peserta yang ingin mengetahui bagaimana pemrosesan citra secara digital.

Untuk materi pengolahan citra digital dasar adalah sebagai berikut :

  1. Konsep dan pengenalan karateristik citra
  2. Download Citra Satelit
  3. Koreksi Geometrik
  4. Koreksi Radiometrik
  5. Klasifikasi Multispektral
  6. Transformasi Index Vegetasi

Analisis lanjutan dapat dilakukan dalam pelatihan penginderaan jauh tematik dimana sudah mengusung tema tertentu dengan output khusus yang sudah mengerucut. Khusus untuk pelatihan tematik, citra yang digunakan dalam materi ini adalah citra terkoreksi sehingga sudah tidak ada lagi materi mengenai koreki.  Untuk penerapan tema dan jenis data yang akan digunakan, silahkan komunikasikan terlebih dahulu kepada tim TechnoGIS Indonesia sebelum melakukan pelatihan.

Bidang penginderaan jauh tematik yang tersedia dalam pelatihan TechnoGIS Indonesia antara lain : PJ untuk pertanian, kelautan, kehutanan, perkotaan, pertambanganm industri, pariwisata, kepesisiran, dan masih banyak lagi.

Jadwal Pelatihan Remote Sensing

 

JADWAL PELATIHAN REMOTE SENSING TECHNOGIS YOGYAKARTA TAHUN 2019

 

 

 

JANUARI

Tanggal 2 – 4 Januari 2019
Tanggal 7-9
Tanggal 14-16
Tanggal 21-23
Tanggal 28-30
 

 

FEBRUARI

Tanggal 6-7
Tanggal 11-13
Tanggal 18-20
Tanggal 25 -27
 

 

MARET

Tanggal 4-6
Tanggal 11-13
Tanggal 18-20
Tanggal 25-27
 

APRIL

Tanggal 1-3
Tanggal 8-10
Tanggal 15-17
Tanggal 22-24
 

 

MEI

Tanggal 29 April – 1 Mei
Tanggal 6-8
Tanggal 13-15
Tanggal 20-22
Tanggal 27-29
 

 

JUNI

Tanggal 3-5
Tanggal 10-12
Tanggal 17-19
Tanggal 24-26
 

 

JULI

Tanggal 1-3
Tanggal 8-10
Tanggal 15-17
Tanggal 22-24
Tanggal 29 Juli-31 Juli
 

 

AGUSTUS

Tanggal 5-7
Tanggal 12-14
Tanggal 19-21
Tanggal 26-27
 

 

SEPTEMBER

Tanggal 2-4
Tanggal 9-11
Tanggal 16-18
Tanggal 23-25
 

 

OKTOBER

Tanggal 30 September-2 Oktober
Tanggal 7-9
Tanggal 14-16
Tanggal 21-23
Tanggal 28-30
 

 

NOVEMBER

Tanggal 4-6
Tanggal 11-13
Tanggal 18-20
Tanggal 25-27
 

 

DESEMBER

Tanggal 2-4
Tanggal 9-11
Tanggal 16-18
Tanggal 23-25

 

Bagi anda yang ingin mengikuti pelatihan pengolahan citra satelit, remote sensing, penginderaan jauh/ inderaja silahkan menanyakan detail program pelatihan di TechnGIS melalui kontak kami :
Jln Pamularsih No 152B
Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55283

[email protected] / [email protected]
Telp : 0274 – 885879 / Hp : 0813-2552-3979 / Wa : 0813-2552-3979

Informasi Paket Pelatihan Remote Sensing / Penginderaan Jauh :
Pelatihan Pengolahan Citra / Penginderaan Jauh / Inderaja / Remote Sensing