TechnoGIS Indonesia Berpartisipasi dalam Business Matching 2025 untuk Mendorong Kolaborasi dan Inovasi Teknologi Geospasial

TechnoGIS Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan Business Matching 2025, sebuah forum strategis yang dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha, penyedia teknologi, serta pemangku kepentingan dari berbagai sektor industri yang diselenggarakan oleh kementerian Perindustrian (Kemenperin). Kegiatan ini menjadi wadah penting dalam memperkuat kolaborasi, memperluas jejaring bisnis, serta mendorong pemanfaatan teknologi berbasis inovasi guna meningkatkan daya saing industri nasional.

Dalam rangkaian kegiatan Business Matching 2025, TechnoGIS Indonesia hadir melalui booth pameran yang menampilkan berbagai solusi teknologi survei, pemetaan, dan sistem geospasial. Kehadiran ini mendapat sambutan positif dari para pengunjung yang berasal dari beragam latar belakang, seperti sektor konstruksi, pertambangan, perkebunan, infrastruktur, pendidikan, hingga konsultan teknis. Antusiasme pengunjung tercermin dari banyaknya diskusi yang berlangsung selama acara, baik terkait kebutuhan teknologi lapangan maupun peluang kerja sama jangka panjang.

Melalui forum ini, TechnoGIS Indonesia memperkenalkan berbagai produk dan solusi unggulan, termasuk perangkat GNSS RTK, sistem pemetaan digital, serta teknologi pendukung survei yang dirancang untuk menghasilkan data yang presisi, akurat, dan dapat diandalkan. Solusi yang ditampilkan tidak hanya berfokus pada kecanggihan perangkat, tetapi juga pada kemudahan penggunaan dan efektivitas implementasi di lapangan, sehingga dapat membantu pengguna meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas hasil kerja.

Business Matching 2025 juga menjadi sarana komunikasi dua arah antara TechnoGIS Indonesia dan para pemangku kepentingan. Melalui diskusi langsung, perusahaan dapat memahami tantangan aktual yang dihadapi di lapangan, mulai dari kebutuhan akurasi data, efisiensi waktu survei, hingga integrasi teknologi dengan sistem kerja yang sudah ada. Di sisi lain, pengunjung mendapatkan gambaran komprehensif mengenai bagaimana teknologi geospasial dapat diterapkan secara optimal sesuai dengan karakteristik proyek dan kebutuhan masing-masing sektor.

Partisipasi TechnoGIS Indonesia dalam kegiatan ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung penguatan industri nasional melalui pemanfaatan teknologi yang inovatif dan berkelanjutan. Sebagai penyedia solusi, TechnoGIS Indonesia tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga layanan pendukung berupa konsultasi teknis, pelatihan, serta pendampingan implementasi, agar teknologi yang digunakan dapat memberikan manfaat maksimal dan berdampak nyata.

Antusiasme dan respons positif yang diterima selama Business Matching 2025 menjadi motivasi bagi TechnoGIS Indonesia untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Ke depan, TechnoGIS Indonesia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ekosistem teknologi geospasial di Indonesia, serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak demi mendorong pertumbuhan industri yang lebih efisien, presisi, dan berdaya saing.

TechnoGIS Indonesia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkunjung ke booth dan berpartisipasi dalam diskusi selama kegiatan berlangsung. Melalui momentum Business Matching 2025, TechnoGIS Indonesia berharap dapat terus menjadi mitra terpercaya dalam menyediakan solusi teknologi survei dan pemetaan yang mendukung pembangunan dan transformasi digital di Indonesia.

Optimalisasi Lahan dan Peningkatan Produktivitas Tanaman Melalui Penerapan Kamera Multispektral Landcam

Pengelolaan lahan yang efektif menjadi faktor penentu dalam keberhasilan operasional perusahaan agribisnis. Seiring meningkatnya kebutuhan akan data presisi dan efisiensi produksi, teknologi pemantauan berbasis multispektral mulai diadopsi secara luas. Kamera Multispektral Landcam merupakan salah satu perangkat yang memberikan kemampuan analisis kondisi tanaman secara mendalam, sehingga perusahaan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

Teknologi Kamera Multispektral Landcam

Kamera Multispektral Landcam dirancang untuk merekam pantulan cahaya tanaman dari berbagai spektrum seperti Red, Green, Blue, Red Edge, dan Near-Infrared (NIR). Setiap spektrum memiliki fungsi analitis yang berbeda, terutama dalam mengukur tingkat kesehatan tanaman, kandungan klorofil, serta potensi stres vegetasi. Melalui pengolahan data multispektral, perusahaan memperoleh peta vegetasi yang komprehensif dan akurat.

Analisis Vegetasi dan Kondisi Lahan

Informasi multispektral digunakan untuk menghasilkan indeks vegetasi yang menjadi indikator utama dalam menilai kondisi tanaman. Indeks seperti NDVI, NDRE, dan GNDVI mampu menggambarkan tingkat vigor tanaman dan mengidentifikasi ketidakseimbangan nutrisi atau gangguan pertumbuhan. Dengan demikian, perusahaan dapat mengetahui area lahan yang membutuhkan perlakuan khusus tanpa harus melakukan inspeksi secara menyeluruh di lapangan.

Efisiensi Operasional Perusahaan

Penerapan Landcam memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi operasional. Data yang dihasilkan memungkinkan perusahaan menetapkan strategi pemupukan, irigasi, dan pengendalian hama secara lebih tepat sasaran. Pendekatan ini mengurangi penggunaan input yang tidak diperlukan dan menekan biaya produksi. Selain itu, data historis yang konsisten memudahkan perusahaan melakukan evaluasi efektivitas perawatan tanaman dari waktu ke waktu.

Deteksi Dini Masalah Tanaman

Salah satu keunggulan utama Landcam adalah kemampuannya mendeteksi perubahan kecil pada kesehatan tanaman sebelum terlihat secara visual. Melalui analisis spektrum NIR dan Red Edge, perusahaan dapat mengetahui potensi serangan hama, penyakit, gangguan air, dan kekurangan nutrisi. Deteksi dini ini membantu perusahaan mengambil langkah cepat untuk mencegah penurunan produktivitas di area kritis.

Implementasi di Berbagai Komoditas

Teknologi multispektral Landcam memiliki fleksibilitas tinggi sehingga dapat digunakan pada berbagai jenis komoditas seperti kelapa sawit, tebu, teh, kakao, karet, hortikultura, padi, dan jagung. Pada setiap komoditas, perangkat ini membantu menilai kondisi vegetasi, memantau proses pertumbuhan, serta memastikan standar perawatan yang lebih konsisten di seluruh blok lahan.

Dampak Terhadap Produktivitas dan Kinerja Perusahaan

Pemanfaatan Landcam berkontribusi langsung terhadap peningkatan produktivitas tanaman. Informasi yang akurat mempercepat pengambilan keputusan dan mengurangi risiko gagal panen. Pemetaan berkala memungkinkan perusahaan menilai potensi hasil panen, menghitung tingkat produktivitas lahan, serta melakukan perencanaan yang lebih akurat untuk siklus tanam selanjutnya. Seluruh proses ini mendukung terciptanya sistem pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Kamera Multispektral Landcam merupakan alat strategis yang memberikan nilai tambah signifikan bagi perusahaan agribisnis. Melalui pemantauan berbasis data dan analisis visual multispektral, perusahaan dapat mengoptimalkan lahan, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat efisiensi operasional secara keseluruhan. Implementasi teknologi ini menandai langkah menuju pengelolaan lahan yang lebih profesional dan berbasis sains di era pertanian modern.

Pengambilan Foto Udara pada Lahan IUP Pertambangan: Metode, Tahapan, dan Manfaat

Pengambilan foto udara (aerial photography) pada lahan Izin Usaha Pertambangan (IUP) merupakan langkah penting dalam mendukung kegiatan eksplorasi, monitoring operasi tambang, hingga reklamasi pasca-tambang. Teknologi ini umumnya dilakukan menggunakan drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang dilengkapi sensor kamera resolusi tinggi, sehingga mampu menghasilkan data spasial yang akurat, cepat, dan efisien dibandingkan metode pengukuran konvensional.

1. Tujuan Pengambilan Foto Udara pada Lahan IUP

Beberapa tujuan utama kegiatan ini antara lain:

  1. Pemetaan topografi awal sebelum kegiatan eksplorasi dan penambangan.
  2. Monitoring progres tambang, seperti pergerakan front penambangan, disposal area, dan stockpile.
  3. Pengukuran volumetrik, meliputi volume overburden, ROM, atau material lainnya.
  4. Identifikasi kondisi lingkungan, seperti aliran air, sedimentasi, tutupan lahan, dan kondisi vegetasi.
  5. Dokumentasi visual untuk keperluan laporan IUP OP, RKL-RPL, RKAB, dan audit K3LH.
  6. Kontrol operasional perusahaan terhadap kontraktor tambang.

Dengan foto udara, perusahaan dapat memperoleh gambaran menyeluruh wilayah tambang secara real-time tanpa harus turun langsung ke area yang sulit diakses

2. Peralatan dan Teknologi yang Digunakan

Untuk mendapatkan hasil foto udara berkualitas tinggi, digunakan beberapa perangkat khusus:

a. Drone/UAV

  • Multirotor (DJI Phantom, Mavic, Matrice 300)
  • Fixed wing (SenseFly eBee, WingtraOne)
  • Drone hybrid (VTOL)

b. Kamera dan Sensor

  • Kamera RGB resolusi tinggi (20–48 MP)
  • Sensor multispektral (jika digunakan untuk analisa lingkungan)
  • LiDAR (opsional, untuk topografi vegetasi lebat)

c. GNSS RTK / PPK

  • Menjamin akurasi koordinat foto (centimeter level), terutama untuk pemetaan topografi.

d. Perangkat Lunak Pengolahan

  • Agisoft Metashape
  • Pix4D Mapper
  • Global Mapper
  • ArcGIS atau QGIS

Software ini menghasilkan orthophoto, DEM/DTM, kontur, point cloud, dan model 3D.

3. Tahapan Pengambilan Foto Udara

Kegiatan pemetaan foto udara di area IUP pertambangan melalui beberapa tahapan berikut:

1) Persiapan Administrasi

  • Perizinan terbang (jika area di dekat bandara/objek vital)
  • SOP K3 dan safety induction di area tambang
  • Koordinasi dengan pengawas lapangan, operator alat berat, dan dispatcher

2) Survei Awal Lokasi

  • Menentukan batas area IUP
  • Identifikasi rintangan (tower listrik, lereng, alat berat)
  • Penentuan titik GCP (Ground Control Point) jika digunakan

3) Penentuan Jalur Terbang (Flight Planning)

  • Menetapkan ketinggian terbang (70–150 m)
  • Ground Sampling Distance (GSD) disesuaikan kebutuhan (1–5 cm)
  • Overlap foto (front overlap 75–85%, side overlap 65–80%)
  • Mode otomatis untuk area luas

4) Pelaksanaan Penerbangan

  • Drone diterbangkan sesuai flight plan
  • Operator memonitor kecepatan angin, status baterai, dan sinyal GNSS
  • Pengambilan foto berlangsung otomatis sesuai grid

5) Pengolahan Data

  • Mengimpor foto ke software pemetaan
  • Align photo dan membuat point cloud
  • Generate orthomosaic dan DEM/DTM
  • Analisa volume, kontur, dan perubahan morfologi tambang

6) Validasi dan Pelaporan

  • Cek akurasi dengan GCP/ICP
  • Membuat laporan teknis pemetaan
  • Penyerahan data berupa orthophoto, peta kontur, layout progres tambang, dan video dokumentasi

4. Manfaat Foto Udara untuk Perusahaan Tambang

Penggunaan foto udara memberikan manfaat signifikan, antara lain:

a. Efisiensi Waktu dan Biaya

Area puluhan hingga ratusan hektar dapat dipetakan dalam waktu singkat.

b. Data Akurat dan Up-to-date

Resolusi tinggi membantu pengambilan keputusan operasional yang tepat.

c. Monitoring Progres Penambangan

Perubahan elevasi, kemajuan cut and fill, dan pergerakan pit dapat dipantau mingguan/bulanan.

d. Analisa Lingkungan Tambang

  • Pengawasan sediment pond
  • Identifikasi area rawan longsor
  • Monitoring reklamasi

e. Bukti Dokumentasi

Sangat berguna untuk:

  • Laporan ke Dinas ESDM
  • Audit internal
  • Presentasi kepada pemegang saham

5. Kesimpulan

Pengambilan foto udara pada lahan IUP pertambangan adalah metode modern yang memberikan data cepat, akurat, dan komprehensif untuk mendukung kegiatan eksplorasi, operasional, hingga reklamasi. Dengan teknologi drone, GNSS RTK, dan perangkat lunak pemetaan, perusahaan tambang dapat melakukan pemantauan progres dan pengambilan keputusan dengan lebih efektif, efisien, dan aman.

PT TechnoGIS Indonesia Serahkan Perangkat TechnoGIS GNSS RTK Kepada ATR/BPN Kab. Pringsewu

Pringsewu, 15 Desember 2025 – PT TechnoGIS Indonesia telah menyelesaikan proses serah terima perangkat GNSS RTK sekaligus melaksanakan pelatihan pengoperasian kepada ATR/BPN Kab. Pringsewu. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PT TechnoGIS Indonesia dalam mendukung peningkatan akurasi data dan efisiensi pekerjaan teknis di bidang tata ruang dan pertanahan.

Proses serah terima perangkat dilaksanakan secara langsung di kantor ATR/BPN Kabupaten Pringsewu dan dilanjutkan dengan sesi pelatihan teknis yang komprehensif. Materi pelatihan meliputi pengenalan spesifikasi dan fungsi perangkat, prosedur pengoperasian di lapangan, teknik pengolahan dan manajemen data hasil survei.

Melalui pelatihan ini, diharapkan tim teknis ATR/BPN Kabupaten Pringsewu dapat mengoperasikan perangkat TechnoGIS GNSS RTK secara mandiri, akurat, dan efisien dalam mendukung berbagai kegiatan survei, pemetaan, serta pengukuran bidang tanah. Penerapan teknologi GNSS RTK ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil pengukuran sekaligus mempercepat proses kerja di lapangan.

PT TechnoGIS Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan dukungan teknis dan layanan purna jual guna memastikan pemanfaatan teknologi berjalan optimal serta memberikan manfaat jangka panjang bagi instansi pengguna.

 

Penerapan Teknologi LiDAR untuk Pemodelan Bangunan dalam Konstruksi Modern

Abstrak

Teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) telah menjadi instrumen utama dalam industri konstruksi modern karena kemampuannya menghasilkan data spasial tiga dimensi (3D) yang akurat, cepat, dan dapat diandalkan. Pada pemodelan bangunan, LiDAR digunakan untuk mendokumentasikan kondisi as – built, mendeteksi deviasi struktur, memantau deformasi, serta mendukung proses Building Information Modeling (BIM). Artikel ini membahas prinsip kerja LiDAR, metodologi akuisisi data, pemrosesan point cloud, serta aplikasinya dalam konstruksi bangunan, termasuk analisis keunggulan dan keterbatasannya. Hasil studi menunjukkan bahwa LiDAR mampu meningkatkan efisiensi konstruksi hingga 70% pada fase survei dan inspeksi, serta meningkatkan akurasi pemodelan struktur hingga tingkat sub-centimeter.

1. Pendahuluan

Perkembangan teknologi survei telah mendorong transformasi signifikan dalam dunia konstruksi. Metode konvensional seperti total station, waterpass, dan theodolite mulai dipadukan bahkan digantikan oleh teknologi modern seperti LiDAR. Kebutuhan akan data spasial berpresisi tinggi untuk desain, pengawasan, dan audit struktur menjadi alasan utama pemanfaatan LiDAR.

Pada bangunan bertingkat, jembatan, terowongan, hingga fasilitas industri, pengukuran manual sering kali memakan waktu lama dan berisiko tinggi. LiDAR hadir sebagai solusi yang mampu melakukan pemindaian cepat dari berbagai sudut, menghasilkan miliaran titik 3D yang kemudian dapat digunakan untuk rekonstruksi model bangunan secara digital.

2. Prinsip Kerja LiDAR

LiDAR bekerja dengan memancarkan pulsa laser ke permukaan objek dan mengukur waktu yang dibutuhkan pantulan laser tersebut untuk kembali ke sensor (time of flight). Hasilnya berupa awan titik (point cloud) dengan koordinat X, Y, dan Z. Sistem LiDAR terdiri dari tiga komponen utama:

  1. Laser Emitter — memancarkan sinar laser.
  2. Sensor Receiver — menangkap pantulan.
  3. GNSS/IMU — memberikan orientasi, posisi, dan pergerakan alat.

Terdapat tiga platform umum yang digunakan dalam pemetaan bangunan:

  • Airborne LiDAR (menggunakan drone)
  • Terrestrial Laser Scanner (TLS)
  • Mobile Mapping LiDAR

3. Metode Akuisisi Data

3.1. Perencanaan Survei

Tahapan ini meliputi analisis lokasi, rencana jalur terbang (untuk drone), titik kontrol tanah (GCP), dan parameter resolusi yang dibutuhkan (dense–ultra dense).

3.2. Pengambilan Data

  • Drone LiDAR digunakan untuk bangunan tinggi dan area site konstruksi luas.
  • TLS digunakan untuk scanning interior dan detail struktur.

Data biasanya diambil dalam beberapa scan stations untuk memastikan cakupan penuh bangunan.

3.3. Registrasi dan Penyelarasan Data

Semua point cloud dari berbagai posisi di-merge menggunakan metode:

  • Target-based registration
  • Cloud-to-cloud registration
  • SLAM-based alignment (untuk mobile LiDAR)

4. Pemrosesan Hasil LiDAR

4.1. Point Cloud Classification

Proses ini memisahkan:

  • Permukaan tanah
  • Struktur bangunan
  • Utilitas
  • Vegetasi
  • Objek sementara (scaffolding, alat berat)

4.2. Pembuatan Mesh 3D

Point cloud kemudian direkonstruksi menjadi mesh (surface model) sehingga menghasilkan objek 3D padat.

4.3. Integrasi dengan BIM

Model LiDAR digunakan untuk:

  • Verifikasi as-built vs as-designed
  • Clash detection
  • Pembuatan model struktur lengkap (kolom, balok, slab)

4.4. Analisis Deformasi dan Deviasi

Perangkat lunak seperti:

  • CloudCompar
  • ReCap
  • Trimble RealWorks
  • Cyclone 3DR

digunakan untuk menganalisis deviasi permukaan dinding, pelat lantai, dan kolom dengan standar toleransi Konstruksi SNI & ISO.

5. Aplikasi LiDAR dalam Konstruksi Bangunan

5.1. Inspeksi Struktural

LiDAR mampu mendeteksi perubahan struktur seperti:

  • Dinding miring
  • Lantai melendut
  • Kolom bergeser
  • Settlement pondasi

5.2. Dokumentasi As-Built

Dokumentasi kondisi aktual proyek sangat diperlukan untuk:

  • Laporan progres
  • Klaim pekerjaan
  • Audit teknis

5.3. Perhitungan Volume dan Luas

Point cloud dapat digunakan untuk:

  • Mengukur volume beton
  • Estimasi material bekisting
  • Luas dinding dan fasad

5.4. Pengawasan Proyek Real-Time

Dengan LiDAR drone, progres pembangunan dapat dianalisis mingguan atau bulanan.

6. Kesimpulan

LiDAR telah menjadi teknologi kunci dalam pemodelan bangunan pada industri konstruksi modern. Dengan kemampuan menghasilkan point cloud berkualitas tinggi, LiDAR mempermudah proses inspeksi, pemodelan, dan audit as-built secara efisien. Integrasinya dengan BIM menjadikan teknologi ini esensial untuk mendukung konstruksi presisi tinggi, terutama pada proyek bangunan bertingkat, fasilitas industri, dan infrastruktur kompleks.

Kamera Multispektral Landcam sebagai Instrumen Diagnostik Lahan Berbasis Data

Ditengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tuntunan efisiensi lahan. Perusahaan agribisnis memerlukan cara baru untuk memahami kondisi tanaman secara lebih menyeluruh. Observasi manual tidak lagi cukup cepat maupun akurat. Kamera multispektral Landcam hadir sebagai perangkat diagnostik modern yang mampu mengungkap kondisi kesehatan tanaman melalui spektrum cahaya yang tidak terlihat oleh mata manusia.

Cara Kerja Teknologi Multispektral Landcam

Landcam menangkap pantulan cahaya dari daun pada beberapa panjang gelombang, terutama near-infrared dan red-edge. Data tersebut diubah menjadi peta warna berinformasi tinggi yang menunjukkan tingkat stres tanaman, kebutuhan unsur hara, kekeringan, serta potensi serangan hama. Teknologi ini memungkinkan analisis yang jauh lebih detail dibanding foto RGB biasa.

Aplikasi Strategis pada Lahan Pertanian dan Perkebunan

Dengan Landcam, perusahaan dapat melakukan evaluasi blok pertanian, memetakan area produktivitas rendah, serta mengukur efektivitas pemupukan dan irigasi secara lebih objektif. Pada perkebunan besar seperti kelapa sawit, tebu, teh, dan karet, Landcam mempermudah identifikasi masalah vegetasi dari tahap awal sehingga tindakan korektif dapat dilakukan dengan lebih cepat dan murah.

Keuntungan Operasional bagi Perusahaan

Penggunaan Landcam membantu perusahaan meningkatkan efisiensi sumber daya, mengurangi pemborosan pupuk, memperbaiki manajemen panen, serta mendukung laporan internal berbasis bukti visual. Selain itu, perusahaan dapat melakukan monitoring rutin tanpa harus menurunkan banyak tenaga kerja ke lapangan, sehingga operasional lebih efektif dan aman.

Kesimpulan

Landcam bukan sekadar kamera, melainkan platform analisis vegetasi yang meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mengelola lahan secara presisi. Dengan data multispektral yang akurat dan mudah ditafsirkan, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih cerdas, cepat, dan terukur untuk menjaga produktivitas lahan secara berkelanjutan.

4 kamera drone untuk Fotogrametri Aerial Mapping

TechnoGIS at Indonesia-Russia Business Matching for INNOPROM 2026

TechnoGIS Indonesia proudly took part in the Indonesia–Russia Business Matching 2025, held at Hotel Baltschug Kempinski, Moscow, on December 8, 2025.
The event gathered Indonesian companies across multiple sectors to connect with Russian enterprises, explore business opportunities, and strengthen bilateral industrial cooperation ahead of INNOPROM 2026.


TechnoGIS’ participation aligns with Indonesia’s broader initiative to build global partnerships in digital, industrial, and technology sectors. As part of the event’s networking activities, TechnoGIS CEO Mr. Sarono held a productive discussion with Mr. Yuri Manshtein, representative of SiberGeo , a leading Russian company specializing in geophysical instruments and subsurface investigation technologies.

 

The discussion explored:

  1. Integration of subsurface geophysical tools (ERT, EM profilers, GPR) with TechnoGIS’ surface mapping technologies
  2. Opportunities for future pilot projects in Indonesia
  3. Potential cooperation in research, training, and technology development
  4. Market alignment for geospatial and geophysical solutions across both countries

Strengthening Indonesia’s Presence on the Global Stage

TechnoGIS is honored to be one of the companies representing Indonesia during this international event. The Business Matching not only opened new opportunities with SiberGeo but also expanded TechnoGIS’ network among Russian industries and institutions. The insights and connections built during this event will support TechnoGIS’ mission to deliver world-class geospatial solutions and contribute to international collaboration across multiple sectors.

TechnoGIS Indonesia — Advancing Geospatial Technology, Connecting Nations

Arah Baru Perkembangan Kamera Multispektral di Industri Modern

Dalam beberapa tahun terakhir, kamera multispektral tidak lagi sekadar diposisikan sebagai alat pengambil data lapangan. Perannya mulai bergeser menjadi komponen penting dalam ekosistem digital perusahaan, terutama ketika integrasi data lintas platform semakin diutamakan. Pergeseran ini ditandai oleh meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk menghubungkan data multispektral dengan analitik berbasis machine learning, model prediksi, dan otomasi proses.

Salah satu perubahan menarik adalah munculnya permintaan terhadap kamera multispektral yang modular. Perusahaan kini cenderung menghindari sistem yang “tertutup”, dan lebih memilih perangkat yang bisa dikustomisasi dengan sensor tambahan, peningkatan firmware, atau integrasi ke platform apa pun yang mereka gunakan. Model seperti ini memberi fleksibilitas lebih besar, terutama bagi industri yang harus menyesuaikan diri dengan regulasi dan kebutuhan data yang terus berubah.

Selain itu, tren real-time insight juga mulai memengaruhi cara kamera multispektral dirancang. Jika dulu data multispektral identik dengan pemrosesan pasca penerbangan atau pasca perekaman, kini banyak perusahaan menuntut kemampuan streaming langsung ke dashboard operasional. Arah pengembangan ini memunculkan dukungan konektivitas yang lebih stabil, kompresi data efisien, serta sistem keamanan transfer data yang semakin ketat.

Faktor lain yang jarang dibahas adalah perubahan model bisnis. Produsen kamera multispektral mulai bereksperimen dengan layanan subscription, bukan hanya penjualan perangkat keras. Artinya, perusahaan yang membeli kamera tidak hanya mendapatkan alat, tetapi juga paket layanan seperti pembaruan perangkat lunak berkala, akses platform analitik, hingga opsi penyimpanan cloud khusus. Model ini membuat biaya awal lebih ringan dan mempercepat adopsi di sektor-sektor baru.

Terakhir, yang mulai menjadi pembeda antara berbagai kamera multispektral bukan lagi jumlah band spektral atau resolusi sensornya—melainkan kualitas ekosistem pendukung. Mulai dari kompatibilitas perangkat, stabilitas API, dokumentasi pengembang, hingga kemampuan integrasi dengan sistem perusahaan yang sudah ada. Produk yang kuat bukan hanya kamera, tetapi cara seluruh sistem bekerja bersama.

Dengan perkembangan ini, kamera multispektral bergerak menjauh dari persepsi sebagai “alat teknis untuk teknisi”, dan lebih mendekati peran sebagai komponen strategis dalam pengambilan keputusan perusahaan

TechnoGis GNSS RTK Sebagai Alat Penting Dalam Mitigasi Bencana

Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat potensi bencana paling tinggi di dunia. Gempa bumi, longsor, banjir, dan letusan gunung api menjadi ancaman yang terus hadir. Untuk itu, mitigasi bencana harus dilakukan berbasis data akurat agar pengambilan keputusan lebih cepat dan tepat. TechnoGis GNSS RTK menjadi perangkat vital yang mampu mendukung sistem mitigasi bencana melalui penyediaan posisi presisi sentimeter secara real time.

 

Pemantauan Deformasi Lahan dan Struktur yang Akurat

Salah satu aspek penting dalam mitigasi bencana adalah pemantauan deformasi tanah dan pergeseran struktur. Dengan akurasi sentimeter, TechnoGis GNSS RTK sangat efektif untuk memantau:

  • Pergeseran tanah di area rawan longsor
  • Deformasi lereng atau tebing
  • Penurunan muka tanah (land subsidence)
  • Pergerakan bangunan penting seperti bendungan, jembatan, dan gedung pemerintahan

Ketepatan data ini memungkinkan instansi terkait mendeteksi pergerakan kecil yang berpotensi menjadi bencana. Jika deformasi terdeteksi sejak awal, tindakan mitigasi dapat disiapkan lebih cepat dan lebih efektif.

Pendukung Pemetaan Risiko dan Zonasi Bencana

Mitigasi jangka panjang memerlukan pemetaan risiko yang komprehensif. TechnoGis GNSS RTK dapat mendukung proses ini dengan menghasilkan data presisi untuk:

  • Pembuatan zonasi rawan longsor
  • Delinasi area banjir dan perubahan alur sungai
  • Penetapan batas aman pemukiman di lereng gunung
  • Pembaruan peta rawan gempa dan tsunami

Data yang akurat membantu pemerintah merancang kebijakan tata ruang yang lebih adaptif terhadap risiko bencana. 

Fase Pascabencana

Dalam fase pasca bencana, TechnoGis GNSS RTK berperan penting dalam mempercepat proses pemulihan dengan memberikan data spasial yang akurat, real time, dan mudah dianalisis. Teknologi ini membantu tim penanganan bencana dalam menilai kerusakan wilayah, memetakan ulang area terdampak, serta merencanakan rekonstruksi infrastruktur secara lebih terukur. Tidak hanya itu, TechnoGis GNSS RTK juga mendukung proses relokasi permukiman, pemantauan potensi bencana susulan, serta penyusunan laporan evaluasi yang kredibel. Dengan kemampuan positioning yang presisi, perangkat ini memastikan setiap langkah rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilakukan secara efektif dan aman.

 

Adapun peran GNSS dalam fase pasca bencana meliputi:

  • Penilaian cepat dan akurat terhadap tingkat kerusakan infrastruktur dan wilayah terdampak
  • Pemetaan ulang area yang mengalami perubahan kontur, aliran sungai, maupun batas geografis
  • Dukungan teknis dalam pembangunan kembali infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, dan fasilitas publik
  • Penentuan lokasi aman untuk relokasi permukiman sementara maupun permanen
  • Monitoring lanjutan terhadap potensi bencana susulan seperti retakan tanah, longsor lanjutan, atau kenaikan muka air
  • Penyediaan data presisi untuk penyusunan laporan evaluasi pasca bencana dan perencanaan mitigasi jangka panjang

 

Dukungan Pelatihan dan Purna Jual untuk Operasi Kebencanaan

TechnoGis juga memberikan pelatihan penggunaan perangkat dan dukungan teknis langsung di lapangan. Hal ini memastikan petugas BPBD, SAR, atau pihak terkait dapat mengoperasikan perangkat secara optimal.

Meningkatkan Efisiensi Pertanian Modern dengan TechnoGis GNSS RTK

Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat menyebabkan kebutuhan akan ketersediaan pangan terus bertambah. Untuk itu, dibutuhkan teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi pengolahan lahan, akurasi penanaman, serta optimalisasi penggunaan sumber daya. TechnoGis GNSS RTK hadir sebagai sistem navigasi presisi tinggi yang mampu memberikan koordinat dengan tingkat akurasi sentimeter secara real time. Perangkat ini bukan sekadar alat ukur, tetapi menjadi solusi strategis dalam mendorong pertanian presisi untuk hasil yang lebih maksimal.

 

Optimalisasi Pengolahan Lahan dengan Akurasi Tinggi

TechnoGis GNSS RTK mampu menyediakan data posisi yang stabil dan akurat, menjadikannya ideal dalam berbagai aktivitas pertanian, mulai dari persiapan lahan hingga proses panen. Dalam proses pengolahan tanah, misalnya, traktor maupun alat berat dapat dipandu secara presisi menggunakan data GNSS. Pengoperasian yang lebih terarah membantu mengurangi overlap pengolahan tanah, menghemat waktu, bahan bakar, dan meningkatkan kualitas pembajakan. Efisiensi seperti ini tidak hanya mengurangi biaya operasional, tetapi juga mempercepat seluruh tahapan kerja.

 

Precision Planting untuk Menjamin Keseragaman Tanaman

Pada tahap penanaman, TechnoGis GNSS RTK memungkinkan penerapan precision planting, yaitu teknik penanaman benih secara tepat pada titik yang telah direncanakan. Dengan akurasi sentimeter, petani dapat memastikan ketepatan jalur tanam, keseragaman baris, dan pemanfaatan ruang lahan secara maksimal. Dengan demikian, pertumbuhan tanaman akan lebih merata, produksi meningkat, dan risiko kesenjangan tanaman dapat diminimalkan. Efeknya, hasil panen meningkat tanpa perlu menambah luas lahan.

 

Aplikasi Pemupukan dan Penyemprotan Berbasis Data

Perangkat ini juga dapat mendukung implementasi Variable Rate Application (VRA) untuk pemupukan dan penyemprotan. Dengan data spasial yang akurat, petani dapat menentukan dosis pupuk atau pestisida sesuai kebutuhan setiap area lahan. TechnoGis GNSS RTK membantu memastikan bahwa setiap titik lahan mendapatkan perlakuan sesuai kondisi aktualnya. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi biaya, tetapi juga mengurangi efek samping bagi lingkungan. 

 

Jangkauan Luas untuk Pengelolaan Lahan Berskala Besar

TechnoGis GNSS RTK sudah dilengkapi dengan teknologi internal radio 5W dan Link Protocol yang mampu menghadirkan jangkauan hingga 35 km dalam kondisi optimal. Hal ini sangat membantu terutama pada area pertanian yang luas seperti perkebunan sawit, tebu, dan tanaman industri lainnya. Kestabilan koneksi base dengan rover mempercepat proses survei dan meminimalkan gangguan dalam pengumpulan data spasial.

 

Integrasi dengan SIstem Digital Pertanian

Dalam operasional harian, TechnoGis GNSS RTK juga sangat mudah diintegrasikan dengan sistem manajemen pertanian berbasis GIS maupun aplikasi monitoring digital. Data yang dihasilkan bisa langsung digunakan untuk pemetaan lahan, analisis vegetasi, maupun evaluasi produktivitas. Integrasi ini memudahkan pengambilan keputusan berbasis data, sehingga petani maupun perusahaan dapat merencanakan strategi budidaya yang lebih efektif.

 

Layanan Purna Jual dan Pendampingan Teknis

Dukungan layanan purna jual dan pendampingan teknis dari TechnoGis memberi nilai tambah yang signifikan. Pelatihan penggunaan perangkat, asistensi konfigurasi, hingga troubleshooting lapangan memastikan bahwa pengguna dapat mengoperasikan teknologi ini secara optimal. Komitmen layanan ini menjadikan TechnoGis GNSS RTK bukan hanya alat, tetapi sebuah solusi lengkap untuk transformasi pertanian modern.